I’m Anxious

Me, drinking my anxiety meds that night.

Husband : “What’s that?”

Me: “Clobazam. My anxiety meds.”

H: “How long will you consume it?”

M: “It depends on every consultation. Doc said there will be time she will reduce the dose and then ultimately I will stop and that time, we will do behaviour therapy”

H” Well for me, I’m gonna need it forever I guess”

M: “Huh?? Why’s that? Are you feeling something? Do you want to come to the therapy with me next session?”

H: “Na’ah, I need it because I’m anxious of loosing you”

……….

#stockingonclobazamfromnowon

Review Film : BIG (1988)

https://www.originalfilmart.com/products/big-88

Bismillah,

Pernah dengar petuah “Becareful of what you wish for” ? Film ini berangkat dari premis itu. Klise tapi bekerja dengan baik.

Joshua Baskin tidak pernah menyangka hidupnya bisa berubah secepat itu. Dalam waktu semalam ia, yang berusia 13 tahun, terbangun sebagai seorang lelaki dewasa berusia sekitar 30an. Petualangannya pun dimulai, dengan bantuan sahabat dekatnya ia mencari wahana bermain tempat ia mengucapkan permintaan itu:

"MAKE ME BIG"

Siapa yang menyangka permintaan permainan itu berubah menjadi nyata? Namun itulah yang terjadi. Kini Joshua harus bisa menemukan mesin penerima permintaan tersebut atau dia akan kehilangan masa kanak-kanaknya selamanya dan kesempatan untuk bertemu keluarga yang menyangka dia diculik.

Perjalanan Joshua bersama sahabatnya membawanya ke dunia baru, dunia orang dewasa yang selama ini dia pikir lebih menarik daripada dunianya. Dengan sifat kekanakannya dia membawa suasana baru ke dunia dewasa tersebut, terlihat konyol pada awalnya, namun ternyata itu membawa banyak hal baik untuknya.

Menonton film ini membuat kita menyadari bahwa dunia orang dewasa terkadang perlu dilihat dengan kacamata anak kecil, yang apa adanya. Dengan cerita ini pesan yang tertangkap adalah bisa saja hidup dibuat lebih simpel, hubungan antar manusia didasari ketulusan, maka hidup bisa lebih harmonis dan menyenangkan.

Akting Tom Hanks memukau dan kepolosannya sebagai Joshua yang berusia 13 tahun terperangkap di badan lelaki dewasa meyakinkan. Walaupun ada beberapa momen yang terlihat seperti agak berlebihan, keseluruhan penampilannya apik. Tak heran ia memenangkan beberapa penghargaan atas perannya ini termasuk Golden Globe Awards.

Kisah di balik film ini, sebelum Tom Hanks, awalnya Robert De Niro yang akan memerankan Joshua. Namun karena beberapa alasan, peran jatuh ke Tom Hanks. Kebayang kalo Joshua yang diperankan De Niro.. filmnya bisa jadi dark humor mungkin.

Saya suka detail ceritanya walaupun ide ini didaur ulang beberapa kali di Hollywood dan di Korea juga ada (Gong Yoo, anyone?). Menurutku film ini cocok untuk jadi tontonan siang hari sambil nungguin anak tidur siang hehe. Ada beberapa adegan yang kurang pas dikategorikan sebagai PG 13+ mestinya ini 17 sih, anyway kategori family movie untuk di sana beda juga sih sama kita karena beda kebudayaan. So, nontonnya jangan sama anak ya karena ada beberapa adegan dewasa.

Untuk kamu yang mau nonton, silakan cek film ini di Disney Hotstar. Kualitasnya bagus dan teksnya juga jelas untuk yang butuh subtitles . Sepertinya keputusan yang bagus sudah mengunduh aplikasi ini. Koleksi film klasiknya banyak banget dan ada dokumenter juga. Film legal, nontonnya lebih leluasa dan kualitas menjanjikan insya Allah.

Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog
Komunitas MGN

Alasan saya memilih film BIG untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini adalah karena temanya menarik dan pemerannya Tom Hanks, aktor yang cerita filmnya belum pernah mengecewakan. Mulai dari Forrest Gump, Terminal, hingga Captain Phillips. Dan keputusan saya tepat, tidak mengecewakan sebagai hiburan siang hari.

Skor : 8/10

Detail Film:

  1. Tanggal rilis: 3 Juni 1988
  2. Sutradara: Penny Marshall
  3. Produksi : Gracie Film
  4. Produser : James L. Brooks & Robert Greenhut
  5. Penulis : Anne Spielberg & Gary Ross
  6. Pemeran:
    • Tom Hanks
    • Elizabeth Perkins
    • David Moscow
    • John Heard
    • Robert Loggia
  7. Penghargaan:
    • Nominasi Academy Award Untuk Aktor Terbaik
    • Nominasi Academy Award Untuk Screenplay Original
    • Aktor Terbaik Golden Globe Award

Ar-Rahman, sebuah refleksi tentang Cinta

Bismillahirrahmanirrahim..

Ar-rahman

‘allamal-qur`ān

(QS Ar-Rahman : 1-2)

Pekan kedua #MatrikulasiNAKID , membahas kata Ar-Rahman dalam surat berjudul sama yang sudah sering saya dengar tapi sayangnya belum saya hafalkan.

Tadinya ini akan menjadi sebuah resume. Ternyata berubah menjadi refleksi. Sebuah refleksi dari dahsyatnya ayat ini.

Untuk mengelaborasi definisi yang tepat kita perlu meninjau dari beberapa perspektif yaitu asal kata, tata bahasa, dan maknanya.

Rahm, dalam Ar-Rahman, berasal dari kata “Rahm”, rahim ibu.

Apa yang kita pikirkan ketika mendengar kata “rahim ibu”? Dalam rahim ibu, sang janin dilindungi, diberikan asupan dan dirawat serta diperhatikan tumbuh kembangnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Anak dalam rahim beumlah tahu siapa ibunya. Namun sang ibu telah mengetahui dan MENCINTAI sang anak, menjaganya dengan penuh kasih sayang, penuh cinta dan kelembutan. Amazing , isn’t it?

Dalam ilmu tata bahasa Arab, Ar-Rahman ini bersifat Sighat Mubalaghah, yang saya kutip dari website ini : “Adalah Isim Musytaq yang bentuknya diambil dari Fi’il Tsulasi maupun Ruba’i. Mengandung makna banyak/sangat. Isim ini sama halnya dengan isim fa’il, Bedanya menunjukkan makna lebih/banyak/kuat.

Maka dengan menggunakan kata ini beserta dengan sifatnya dalam tata bahasa, ALLAH ingin menekankan kepada umat-Nya bahwa Ia SANGAT MENCINTAI umat-Nya dan Ia MENJAGA umat-Nya dengan penuh kepedulian, sangat hati-hati, dan sangat lembut.. Ibarat sang Ibu yang menjaga janinnya dalam kandungan. :’)

Inilah kenapa perlunya kita mempelajari bahasa Arab, karena terjemahan bahasa lain seringnya menterjemahkan sesuai dengan pemahaman kebahasaan sehari-hari yang digunakan dalam budaya bahasa tersebut berkembang. Contoh dalam bahasa Inggris, kata Ar-Rahman ini diterjemahkan sebagai Merciful. Padahal kata ini berbeda maknanya dengan apa yang dimaksudkan dari Ar-Rahman.

Dalam menggunakan Merciful (= Pemurah), kata ini dimaksudkan untuk menunjukkan suatu pengampunan, belas kasihan, yang diberikan setelah akan adanya hukuman. Sangat jauh berbeda dengan Ar-Rahman, yaitu ALLAH mencintai tanpa syarat, tulus peduli, dan peka akan kebutuhan umat-Nya. ALLAH mengerti hamba-Nya adalah makhluk yang peka. ALLAH peduli kebutuhan umat-Nya dan tidak akan menelantarkan umat-Nya. Maka Ar-Rahman lebih tepat diterjemahkan sebagai Maha Penyayang.

Namun sayangnya manusia lebih sering lupa. Hidup memang penuh problematika, setiap dari kita akan mendapatkan masalah namun kita terlalu sering fokus terhadap masalah padahal Allah selalu memberikan rahmat-Nya, cinta-Nya, setiap saat kepada kita tanpa kecuali. Manusiapun jadi kerap mengeluh.

Seseorang bisa saja menderita alergi yang menyebabkan ia sering bersin. Namun ia lupa, hidungnya masih tetap berfungsi dengan baik, dan alhamdulillah berada di tempat yang seharusnya dengan organ yang lengkap. Alhamdulillah ALLAH masih menjaga untuknya. Padahal bisa jadi manusia ini kehilangan indera penciumannya sama sekali, lebih buruk bukan?

Seorang ayah atau ibu bisa saja selalu mengeluhkan kekurangan anaknya. Di mata orang tua, anak selalu saja bisa “lebih baik”, andai ia begini, andai ia begitu. Atau anak selalu salah. Tanyakanlah kepada orang tua yang anaknya telah meninggal, apa yang ia katakan? “Oh alhamdulillah dia adalah anak paling sempurna”. Semua kesalahan dan kekurangan sang anak menguap begitu saja… terlupakan, yang diingat hanyalah yang indah.

Begitulah sifat manusia.. Kerap lupa menghargai apa yang ia miliki saat ini, hingga akhirnya ia kehilangan… Lupa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas kehidupan saat ini, keluarga yang lengkap, dan kesehatan yang dimiliki. Bukankah cinta-Nya sangat luar biasa???

Refleksi :

Bersyukur atas kehidupan yang dimiliki saat ini. Selalu ingat bahwa di balik semua permasalahan yang ada, ALLAH melimpahkan cinta-Nya tanpa henti, dengan cinta itu pula kita masih bisa menjalani hidup hingga detik sekarang. Bersyukur dengan menghargai apa yang dimiliki : keluarga, pasangan, anak, teman, kesehatan, pekerjaan, harta, dan ilmu. Pergunakan kemampuan yang ALLAH berikan dengan baik, jadi manusia yang bermanfaat untuk sekitar, jauhi larangan-Nya, dan terus belajar mengenal-Nya. ALLAH LOVES US RIGHT NOW, NO MATTER WHAT.

Jazakumullah kepada Tim Matrikulasi NAKID atas tugas yang masya Allah menggugah ini dan kepada pembaca yang bersedia mampir. Semoga ALLAH memberkahi kita semua, maaf bila ada kesalahan dalam penulisan karena saya masih belajar dan kesempurnaan hanyalah milik ALLAH semata.

Link video