Amanah Terindah

Eyes on the prize. Itu motto untuk manusia untuk bisa bertahan melalui proses yang berat dalam hal apapun ketika mencapai sebuah tujuan. Motto ini menjadikan mental lebih kuat, proses terasa lebih ringan diemban sesulit apapun tantangan yang dirasakan bahkan bila terjatuh di antara proses tersebut.

Moto yang sama juga bisa dijadikan pedoman selama mendidik anak. Mendidik anak sama juga dengan mendidik diri sendiri. Prosesnya ibarat grafik yang naik turun, tidak bisa diprediksi hasilnya seperti apa karena berjalan seumur hidup hingga akhir hayat.

Selama orang tua bisa menikmati proses membersamai anak dan mendidiknya untuk bisa mengembangkan fitrah yang telah diberikan oleh Allah, saat itulah orang tua akan bisa memahami bahwa amanah ini adalah amanah terindah dan itulah mengapa hadiahnya syurga.

Human Nature

Klik play untuk mendengarkan artikel ini

Manusia sering terjebak dengan pola pikir yang rumit padahal hidup bisa kok dibuat lebih simple. Contoh yang paling mudah rasakan adalah tentang menumbuhkan fitrah iman di anak usia dini. Mendengarkan konsep besar “FITRAH IMAN” rasanya membuat eksekusi jadi terdengar “LUAR BIASA”. Padahal sebetulnya orang tua, termasuk aku sendiri, sudah sering melakukan ini dengan natural. Itulah makanya disebut “Fitrah = Human Nature”

Setiap kegiatan bersama bayi yang diawali dengan “bismillah” dan diakhiri “alhamdulillah” sudah menjadi pendidikan fitrah iman. Ketika istighfar saat ada suatu hal mengagetkan atau melakukan kesalahan, ini sudah mendidik fitrah iman. Well aku sendiri baru sadar sih ternyata itu adalah pendidikan fitrah iman, setelah membaca beberapa sumber dan menonton kajian.

Sungguh Allah Maha Tahu mengenai ciptaan-Nya, begitu mudahnya kita bisa menanamkan rasa cinta itu di dalam hati anak untuk kemudian dikembangkan menjadi kegiatan lain yang bisa dikaitkan selalu dengan fitrah keimanan ini. Lupakan tentang pendidikan di pesantren, atau rasa tidak percaya diri sebagai orang tua dan takut tidak mampu mendidik anak. KITA BISA!

Jika Allah memberikan kita amanah yaitu anak, itu kita sudah diberikan kemampuan untuk mendidiknya. Yuk, Parents, semangat ya!

Goal

A goal = dream with time limit

Sekarang bagaimana dengan menjadi parents? Apakah definisi ini bisa kita gunakan? Bisa. Banget. As a matter of fact, bahkan sudah ada guidancenya untuk kita, para orang tua muslim. Apakah itu? Ini dia :

(Sumber : Kulgram FBE bersama Ust. Harry Santosa)

Goal kita sebagai orang tua bisa kita tentukan dengan panduan Fitrah Perkembangan Secara Umum di atas. Di setiap usia anak, kita bisa fokuskan pada hal-hal yang akan menuju goal tersebut. There’s always time for everything juga berlaku di hal ini. Segala sesuatu harus sesuai dengan tahapannya.

Apa yang terjadi bila terlalu cepat dicapai? Jadinya lebay dan bingung fitrah.

Fokus lebih detailnya seperti ini :

(Sumber : FBE Kulgram bersama Ust. Harry Santosa alm.)

Jika di dunia barat ada kurikulum CM, Waldorf, dan lain sebagainya, maka di dunia Islam inilah kurikulum yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Pendidikan anak berbasis Fitrah. Fitrah Based Education. Goal kita adalah menjadikan anak mencapai fitrahnya sesuai di usia di mana perkembangan fitrahnya paling optimal. Contoh : fitrah belajar yang optimal berkembang di usia dini bukanlah bertujuan agar anak “bisa menyerap ilmu”. Tujuannya adalah “mencintai ilmu dan menyukai proses pembelajaran (yang tentunya berlangsung seumur hidup). Jadi tugas orang tua adalah membangkitkan ghirah tersebut.

Jadi sebetulnya kita sudah mendapatkan panduan perkembangan terbaik untuk mencapai goal tersebut. Mari kita pelajari sebaik mungkin dan lakukan step by step tanpa mendahului, ataupun terlambat. Parenting is not a race. So let’s enjoy the journey, Parents!