Be A Gardener

Membangun habit membutuhkan waktu. Seperti melatih otot tubuh, otot habit perlu dilatih setiap hari.

Olahraga butuh komitmen dan apa yang membuat manusia bertahan untuk mau keluar dari zona nyaman untuk bersusah – susah latihan hingga di titik “gagal” / point of failure, titik maksimal yang bisa diterima, yaitu adalah visi bahwa nanti tubuh kita bisa sehat seperti si A di usia 50 tahun, insya Allah. Kita melihat fotonya, contohnya di mana-mana jadi memvisikan itu di otak lebih mudah.

Bagaimana dengan bermain dengan anak? Membacakan buku untuk anak? Memprioritaskan ini di atas scrolling di social media? Be a gardener, itu kuncinya. Selama 3 tahun menjadi orang tua aku baru menyadari mindset ini yang mesti dilatih, bahwa merawat kebun itu hasilnya ga instan tapi perlu dirawat dan dipupuk terus.

Kalau untuk menjaga otot tubuh demi kesehatan kita bersedia disiplin olahraga dan bersusah-susah 30 menit – 1 jam per hari latihan, berarti kita bisa disiplin juga untuk melatih otot “bermain bersama anak”. Baby steps, that’s all it takes.

Selamat Tahun Baru 1443 Hijriyah ❤

Magnet

Balik lagiii ke couplejokes ala ala #gombal101 😆

Istri : (nulis menu makan harian di secarik kertas) “yang minta magnet buat nempelin ini di pintu kulkas ya”

Suami: “Itu di sisi kanan kulkas ada kok”

Istri: (nemu benda hitam panjang seperti pena nempel di badan kanan kulkas) “Eh apaan nih kok magnetnya bentuk gini? Wow oke juga ya tapi kok aneh sih ini magnet buat apaan yang?”

Suami: “Masa kamu ga tau?”

Istri: “Ga… baru nemu nih”

Suami: “Itu kan magnet cinta” 👨🌟

#pakumanapaku

Bercerita

Penyampaian pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri.

Dari Anas, ia berkata mengenai putera dari Abu Tholhah dari istrinya Ummu Sulaim. Ummu Sulaim berkata pada keluarganya, “Jangan beritahu Abu Tholhah tentang anaknya sampai aku yang memberitahukan padanya.” Diceritakan bahwa ketika Abu Tholhah pulang, istrinya Ummu Sulaim kemudian menawarkan padanya makan malam. Suaminya pun menyantap dan meminumnya. Kemudian Ummu Sulaim berdandan cantik yang belum pernah ia berdandan secantik itu. Suaminya pun menyetubuhi Ummu Sulaim. Ketika Ummu Sulaim melihat suaminya telah puas dan telah menyetubuhi dirinya, ia pun berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada suatu kaum meminjamkan sesuatu kepada salah satu keluarga, lalu mereka meminta pinjaman mereka lagi, apakah tidak dibolehkan untuk diambil?” Abu Tholhah menjawab, “Tidak.” Ummu Sulaim, “Bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian puteramu.” Abu Tholhah lalu marah kemudian berkata, “Engkau biarkan aku tidak mengetahui hal itu hinggga aku berlumuran janabah, lalu engkau kabari tentang kematian anakku?” Abu Tholhah pun bergegas ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan apa yang terjadi pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendo’akan, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua dalam malam kalian itu.” Akhirnya, Ummu Sulaim pun hamil lagi.  (HR. Muslim no. 2144).

Sumber https://rumaysho.com/3539-kisah-rumaysho-ummu-sulaim-yang-begitu-penyabar.html

Jika kita belajar cara menyampaikan pesan yang bisa menyentuh emosi dengan tepat, pesan tersebut akan menyuratkan dirinya sendiri tanpa perlu kita jelaskan panjang lebar.